Sungguminasa, Toddopuli | Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2021 merupakan momentum yang sangat penting bagi para Penggiat Anti Korupsi yang ada di muka bumi ini, terkhusus di Sulawesi Selatan Hakordia 2021 menjadi tonggak sejarah baru bagi para penggiat anti korupsi dengan hadirnya “Toddopuli” sebagai trigger bersatunya para Lsm dan Pewarta dalam menyuarakan anti korupsi di tanah air ini.

Toddopuli hadir jelang peringatan Hakordia 2021 merupakan trigger bagi para penggiat anti korupsi guna menyatukan visi kedepan bagi persatuan para penggiat anti korupsi di tanah air, dalam mengawal berbagai macam pergerakan korupsi yang menggeroti bangsa ini.

Dalam menyikapi Hakordia 2021, Toddopuli bergerak tenang tapi pasti menyatukan Lsm dan Pewarta yang ada di Sulawesi Selatan guna mengawal pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, untuk itu dalam rangka peringatan Hakordia 2021 ini Toddopuli mengawali kehadirannya dengan turut berpartisipasi menggaungkan Anti Korupsi dalam bentuk Aksi Unjuk Rasa Damai memperingati Hakordia 2021.

See also  TIS Menilai Keberadaan Markus Tidak Bisa Dibiarkan Merusak Sistem Promoter Yang Ada di Polres Gowa

Langkah Perdana Toddopuli dalam memperingati Hakordia 2021 dimulai dengan melakukan Conferensi Pers guna mengumumkan kehadiran Toddopuli di Indonesia terkhusus di Sulawesi Selatan dengan mengagendakan aksi unjuk rasa damai pada tanggal 09 Desember 2021 dimana bertepatan dengan Hakordia 2021.

Aksi unjuk rasa damai tersebut diagendakan menyuarakan keresahan para penggiat anti korupsi terkait beberapa kasus dugaan korupsi yang telah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), namun dirasa prosesnya berjalan ditempat.

Dugaan Korupsi yang ditangani APH dan dirasa Jalan Ditempat diantaranya:
1. Kasus Dugaan Korupsi Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar) Kabupaten Takalar
2. Kasus Dugaan Korupsi Penjualan Aset PLN dan, Pembebasan Lahan Gardu PLN Wilayah Sulawesi Bagian Selatan
3. Kasus Dugaan Korupsi DAK 38 Miliar
4. Kasus Dugaan Korupsi PCR dan beberapa kasus dugaan korupsi lainnya yang ada di Kabupaten Gowa.

See also  Dalam Sidang KDRT Terungkap, Saksi Korban Diduga Akan Memeras Pelaku

Asrul Arifuddin (Ketua Likma Indonesia) selaku Jenderal Lapangan pada Aksi unjuk rasa damai Peringatan Hakordia 09 Desember 2021 dalam Conferensi Pers Hakordia 2021 yang dilaksanakan di Pasar Rewa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa menjelaskan apa dan bagaimana Toddopuli itu, Rabu (08/12/2021).

“Toddopuli adalah sebuah pribahasa Makassar yang bermakna, orang-orang yang selalu menjaga hati, tindakannya dan komitmen dalam menegakkan hukum yang berkedilan,” jelas Asrul.

Lanjut Asrul mengatakan Toddopuli hadir dari keresahan beberapa penggiat anti korupsi yang resah atas mandeknya atau jalan ditempatnya beberapa kasus dugaan korupsi yang sementara ditangani APH dan berharap agar Toddopuli mampu mencerahkan, menyadarkan masyarakat bahwa Korupsi itu musuh bersama serta korupsi itu merupakan bahaya laten bagi bangsa ini, Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang mesti ditangani secara luar biasa pula.

See also  Penyebar Video Percakapan Privasi Sekjen TIS Terancam Pidana

“Karena korupsi adalah kejahatan yang luar biasa dan perlu penanganan yang luar biasa dan momentum Hari Anti Korupsi kami mendorong APH untuk lebih aktif berperan dalam rangka pemberantasan korupsi,” Tegas Asrul. (rr)

- A word from our sposor -

Conferensi Pers Perdana “Toddopuli” Jelang Hakordia 2021